Austin-Sparks.net

Menjaga Kristus dalam Pandangan

oleh T. Austin-Sparks

Pertama kali diterbitkan sebagai Editorial di dalam majalah, "A Witness and A Testimony" Sep-Okt 1953, Jilid 31-5. Judul asli: "Keeping Christ in View". (Diterjemahkan oleh Silvia Arifin)

Dari waktu ke waktu, kami merasa akan sangat membantu bagi para pembaca jika kami mencoba untuk memasukkan ke dalam beberapa pernyataan konkret sesuatu yang berkaitan dengan pelayanan ini.

Sangat banyak yang menulis kepada kami tentang nilai dan manfaat pelayanan ini, dan kami senang bahwa objek dan tujuan yang sebenarnya dapat dinilai oleh begitu banyak orang. Meski demikian, kami terus berprihatin untuk membawanya ke masalah yang jelas dan pasti. Ini karena pelayanan ini sangat begitu praktikal dalam latar belakangnya, dan kami sangat ingin fakta ini harus dijaga tetap dalam pandangan. Ini bukan hanya ide-ide dan ajaran-ajaran yang diuraikan, tetapi masalah dari suatu hidup di sekolah pengalaman yang mendalam dan, sering kali, menyakitkan. Ini adalah hasil dari sesuatu yang dikerjakan dan kemudian dijelaskan.

Perhatikan urutannya. Di dalam dispensasi lama, Allah pertama-tama menunjukkan suatu pola dan kemudian memerintahkan bahwa semua harus dibuat sesuai dengannya. Di dalam dispensasi ini, Ia mulai dengan tindakan perkasa, tindakan Salib, Kebangkitan dan Pemuliaan Kristus, dan pengutusan Roh Kudus; tetapi ini tidak sepenuhnya dipahami bahkan oleh mereka yang terutama terlibat dengannya, dan maknanya harus dicapai melalui jalan kemajuan dan krisis. Pelayanan ini sangat berkarakter seperti itu. Tuhan telah melakukan dan terus melakukan hal-hal di dalam kami dan bersama kami, dan kemudian mengajarkan kami maknanya. Kami masih belajar: oleh karena itu, selalu ada ruang untuk penyesuaian, dan kebutuhan akan kemampuan untuk dapat diajar.

Untuk meringkas pekerjaan dan pengajaran Tuhan ini, ini sama saja dengan ini. Telah terjadi pelemahan seluruh agama Kristen, seperti yang diketahui sekarang, dalam kristalisasinya ke dalam suatu sistem yang ditetapkan, didirikan, dan diterima, dengan segala institusionalismenya, tradisionalismenya, dan lain-lainnya, dan pembawaan kembali dan turun kepada signifikansi rohani dan esensial serta implikasinya dari Yesus, Tuhan. Jadi, begitu banyak dari apa yang disebut dengan Nama-Nya sekarang menjadi sangat terpisah dari Pribadi-Nya. Tentu saja, tidak secara bersejarah, sebab semuanya berhubungan dengan Dia sebagai Yesus dari sejarah; dan tidak secara vital, rohani, organik, dan segera. ‘Injil’ telah menderita pemutusan ini. Sekarang ini sebagian besarnya adalah ‘keselamatan’ sebagai masalah pengampunan, pembenaran, kedamaian, kebahagiaan, sorga, dan pelarian dari neraka.

Semua ini benar-benar adalah berkat dari Injil, tetapi pada awalnya, ini adalah Kristus yang diberitakan; Pribadi yang dijaga dalam pandangan penuh; yang melalui-Nya Injil datang. Ini adalah “Injil Allah tentang Anak-Nya.” Penekanannya bukanlah pada apa yang bisa dimiliki manusia, tetapi pada hak-hak Allah dan kemuliaan Kristus. Ini mungkin tampak seperti mempertegang hal-hal, tetapi biarlah dipahami bahwa Roh Kudus – Penjaga kehormatan Kristus – paling cemburu pada masalah ini, dan hanya akan menyerahkan diri-Nya sendiri pada pemeliharaan Kristus di dalam pandangan ini.

Ada di mana-mana, pada hari ini, sejumlah besar pengakuan pasti atau diam-diam dari kegagalan agama Kristen; pertanyaan yang diajukan: ‘Apa yang salah dengan agama Kristen atau “gereja-gereja”?’ Calon dokter yang berusaha untuk mendiagnosis penyakit dan meresepkan obatnya semakin banyak. Tidak semuanya salah, dan jika kami tampaknya telah bergabung dengan barisan mereka, kami tidak berpikir bahwa kami berspekulasi ketika kami menyatakan bahwa apa yang dikhotbahkan dan diajarkan telah menjadi – walaupun sebagian besar tanpa disadari – terlepas dari signifikansi pribadi Kristus sendiri. Bisnis Jemaat dan pelayanannya bukanlah untuk menyebarkan sebuah sistem kebenaran Kristen, tetapi untuk membawa diri Kristus sendiri, di dalam kuasa Roh Kudus, ke mana pun ia pergi dan berada. Injil yang sedemikian tidak menyelamatkan siapa pun. Keselamatan adalah kontak pribadi dan persatuan dengan Kristus sendiri yang vital. Oleh karena itu, dan ini adalah poin yang penting, Kristus harus memiliki organisme yang hidup, di dalam apa dan oleh apa untuk mendapatkan kontak dan persatuan itu.

Agama Kristen telah menjadi sesuatu yang hampir seluruhnya terpisah dari Pribadi Kristus. Ini adalah sebuah agama, sebuah sistem, sebuah filosofi kehidupan, serangkaian cara, praktik, dan ide-ide. Ini adalah sesuatu yang orang masuki, ambil, gabung, dan pilih. Mereka datang kepada Kristus melalui sistem Kristen, tetapi Kristus yang mereka datangi, adalah Kristus yang bersifat denominasi, sektarian, ritualistik, atau evangelis. Kristus yang mereka kenal dan percayai adalah Kristus dari hubungan dan interpretasi ini atau itu. Kristus sekarang jarang menciptakan Kekristenan; ini adalah Kekristenan yang menciptakan Kristus.

Jemaat – yaitu, apa yang disebut Gereja – sekarang telah menjadi sebuah institusi. Ini telah menjadi Gereja dari produksi bersejarah, dari produksi tidak disengaja atau produksi manusia. Ini adalah hierarki pemilihan, pengarahan dan pemerintahan gerejawi, sosial, kemanusiaan, dan sewenang-wenang. Seperti yang kami ketahui, ini bukanlah “satu tubuh dan satu Roh.” Terminologi Kristus sebagai Kepala Jemaat, dan Jemaat sebagai Tubuh Kristus, digunakan, tetapi itu semuanya objektif, dan sebagian besarnya dalam alam Kedaulatan Ilahi; efeknya fatalistik, bukannya langsung, subjektif, dan pada dasarnya pribadi dalam kehadiran dan kuasa Roh Kudus.

Semua ini, yang mewakili jauh lebih banyak lagi, mengindikasikan hilangnya satu realitas yang inklusif dan unggulnya esensial. Yaitu wahyu batiniah tentang Kristus sebagai perwujudan dari tatanan ciptaan yang sama sekali lain; dari sebuah konstitusi yang menurut Kerajaan yang tidak mengejar dunia ini, baik secara keseluruhan atau pada bagian mana pun.

Kristus tidak bisa menjadi serupa dengan apa pun di sini, nasional atau denominasional. “Dunia tidak mengenalnya.” Ia, kepada manusia duniawi – yang mungkin adalah seorang Kristen – tidak dapat diduga, tidak dapat dijelaskan, dan tidak dapat dipahami. Kuasa dan pengaruh-Nya tidak dapat dikaitkan dengan hal-hal apa pun yang dicari oleh dunia sebagai penjelasan; misalnya kelahiran, pendidikan, kemampuan pribadi baik dalam konstitusi, perolehan, atau pencapaian. Ia dengan positif menolak semua upaya untuk menjelaskan pekerjaan dan ajaran-Nya yang seperti itu, dan untuk menjawab pertanyaan manusia, “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?”

Apa yang dilakukan dan dikatakan Kristus datang, demikian dinyatakan-Nya, bukan dari diri-Nya sendiri, tetapi dengan melihat Bapa. Apa yang kita lakukan dan katakan harus dengan melihat Anak, dan ini menuntut, dalam kata-kata Paulus, “roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.” Ini adalah perbedaan yang tidak dapat didamaikan antara imitasi dan duplikasi, di satu sisi, dan generasi dan reproduksi, di sisi lain.

Reproduksi Jemaat bukanlah duplikasinya. Ini adalah kesalahan fatal untuk mencoba membentuk ‘Gereja Perjanjian Baru.’ Itu adalah kebijakan sektarianisme: untuk memiliki gereja-gereja di mana-mana dengan sebuah pola dan teknik. Jemaat lahir, dan keluar dari sorga, sebagaimana semua anggotanya juga harus demikian, dan ini sama dengan gereja-gereja. Ini adalah pelanggaran prinsip dasar untuk mencoba membentuk gereja-gereja sesuai dengan pola apa pun, dan dengan demikian menduplikasi – bahkan jika yang aslinya lahir dari Allah dan mewakili pikiran-Nya. Setiap orang berikutnya harus dilahirkan dengan cara yang sama. Segala sesuatu dengan Allah muncul dan mengambil bentuknya dari hidup – dan itu adalah hidup Ilahi! Sejauh mana kita mengkristalisasikan kebenaran menjadi satu set kompas, ukuran dan interpretasi terbatas, kita menjadikannya melayani kematian daripada hidup; perbudakan bukan kebebasan; surat bukan Roh. Cara Allah adalah sekali, dan hanya sekali saja, untuk menciptakan – prototipe – dan kemudian untuk menghasilkan dari itu; tidak menyalinnnya dengan meniru, baik produksi besar-besaran atau lainnya.

Roh Kudus bertanggung jawab atas dispensasi ini dan segala sesuatu harus dilahirkan dari Roh jika itu berasal dari Allah. Kita mungkin memiliki semua kebenaran yang ada dalam Perjanjian Baru dan berusaha untuk mereproduksi hal-hal sesuai dengannya, tetapi itu bukanlah jaminan bahwa kita akan memiliki organisme yang hidup. Kami telah mendengar orang berbicara tentang ‘membela’ kebenaran ini dan itu; bertemu atas dasar kebenaran ini-dan-itu; tetapi ini hanya dapat menimbulkan perpecahan dan eksklusivitas. Kristus adalah dasar pertemuannya, dan kita harus berjuang hanya untuk dasar ini.

Ini penting bahwa mayoritas perpecahan, dan yang paling akutnya, telah terjadi di arah di mana ‘satu Tubuh’ telah menjadi kebenaran yang diperjuangkan. Kita dapat dengan baik memahami bahwa musuh akan menjadikannya urusannya untuk membawa masalah vital semacam itu ke dalam penghinaan dan celaan; tetapi akan selalu ada kemungkinan ini, jika kebenaran – bahkan kebenaran yang paling penting – diletakkan di tempat Pribadi. Bahkan kebenaran atau ajaran Pribadi dapat mengaburkan Pribadi itu sendiri. Oleh karena itu, bahkan fundamentalisme bisa menjadi sangat tidak seperti Kristus dalam roh dan perilaku.

Semua ini, dan lebih banyak lagi dari jenisnya, mewakili kebutuhan untuk pekerjaan Salib yang mendasar dan drastis itu, sebagai kuasa yang tetap, sehingga apa yang disajikan bukanlah ‘Kekristenan,’ seperti yang telah dikenal secara luasnya, melainkan Kristus, dalam hal hidup, terang, kuasa, kasih, kebebasan, dan kemuliaan. Ini bukanlah ‘gereja’ ini atau itu, tetapi Kristus dinyatakan, sebagai yang hadir di dalam organisme korporat – Tubuh-Nya.

Oleh karena itu, ini bukanlah pengajaran khusus, perkumpulan orang-orang Kristen, ‘pekerjaan’, atau ‘Persekutuan’ yang menjadi tujuan dari pelayanan ini, tetapi hanya dan selalu Kepenuhan Kristus.

Ada banyak prinsip Ilahi yang mengatur kesaksian seperti itu, tetapi ini terkandung dalam pesan-pesan dari pelayanan yang diucapkan dan dicetak ini.

Ketika semuanya telah dikatakan, fakta fundamentalnya harus diingat bahwa penglihatan Yesus yang sebenarnya adalah persetujuan Ilahi, sebuah tindakan Allah: pemberian “roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.”


Sesuai dengan keinginan T. Austin-Sparks bahwa apa yang telah diterima secara bebas seharusnya diberikan secara bebas, karya tulisannya tidak memiliki hak cipta. Oleh karena itu, kami meminta jika Anda memilih untuk berbagi dengan orang lain, mohon Anda menghargai keinginannya dan memberikan semua ini secara bebas - tanpa d'ubah, tanpa biaya, bebas dari hak cipta dan dengan menyertakan pernyataan ini.